4 Penyebab Penyakit Ayam disertai Pencegahan & Pengobatan

Penyakit ayam – Tahukah kamu bahwa hewan berjenis unggas adalah hewan ternak yang paling banyak di budidayakan oleh manusia, terutamanya adalah ayam. Banyak sekali keuntungan atau manfaat yang bisa didapatkan dari budidaya unggas satu ini, mulai dari telur hingga dagingnya.

Tapi apakah kamu menyadari sekiranya ada penyakit yang meluluh lantakan keuntungan dan kebermanfaatan yang bisa merusak semua itu? Jangan sampai terjadi deh.

Cari tahu cara mencegah, mengetahui, menanggulangi penyakit pada ayam agar keuntungan dan manfaatan dari budidaya ayam bisa kita dapatkan secara maksimal pada informasi berikut.

Ketahui Penyebab Penyakit

buku pulpen dan kaca pambesar, belajar, wallpaper belajar

unsplash.com

Banyak sekali penyakit yang seringkali ditemukan pada pembudidayaan ayam yang “sakit”. Biasanya penyakit tersebut merupakan penyakit yang menular, seperti : Newcastle Desease, Flu Burung, Gumboro, Coryza, dll.

Tapi apakah kamu tahu penyebab ayam-ayam tersebut terjangkit penyakit tersebut?

Penyakit pada unggas ini disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti : virus, bakteri atau jamur dan organisme seperti parasit. Mikroorganisme atau organisme ini akan menyerang ayam dengan gejala dan akibat yang ditumbulkan berbeda-beda, tergantung penyebabnya.

Jadi penyebab sakitnya ayam terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu :

  1. Penyakit viral  : Penyakit yang disebabkan oleh Virus.
  2. Penyakit Bakteri : Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri.
  3. Penyakit Mikal : Penyakit yang disebabkan oleh jamur.
  4. Penyakit Parasit : Penyakit yang disebabkan oleh Parasit

Jenis Penyakit Berdasarkan Kelompoknya

Jenis Penyakit Viral pada Ayam

Newcastle Disease (tetelo)

Penyakit ayam, newcastle desease, tetelo

ternakunggas2.blogspot.com

Merupakan penyakit yang seringkali di temukan dan mejadi penyakit yang paling menakutkan karena tingginya persentase akan matinya ayam sangatlah tinggi. Selain tingginya persentase kematian ayam, gejala pada penyakit ini tidak kalah mengerikannya.

Sebab : Virus parmyxovirus yang termasuk virus ss-RNA yang berukuran 150 – 250 milimikron, umumnya virus ini berbentuk spherik dan variasi lainnya. Penyakit tetelo ini juga menyerang dengan penularan akutnya ke ayam lainnya.

Gejala : Tergantung pada virulensi virus yang menulari. Gejalanya yang biasa ditimbulkan bermacam-macam, contohnya adalah gangguan pada saluran pernafasan, mulut berlendir, batuk, kotoran kehijau-hijauan dan encer, jengger dan kepala membiru, kornea keruh, kelumpuhan dan kejang kejang hingga kepala terpuntir kebelakang.

Pencegahan : Melakukan vaksinasi secara teratur.

Penanggulangan : karena belum ditemukannya obat pada penyakit ini, maka usaha yang paling baik dilakukan adalah dengan merangsang nafsu makannya dengan memberikan vitamin dan mineral.

Cari tahu seputar pakan ayam yang tepat pada artikel makanan ayam.

Flu Burung

flu burung, h5n1, avian influenza

www.merckvetmanual.com

flu burung, h5n1, avian influenza

www.merckvetmanual.com

Pasti kamu tahu kan tentang penyakit yang satu ini. Flu burung termasuk kedalam penyakit yang sangat berbahaya. Faktanya penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematiannya yang seringkali tak dapat dihindari.

Sebab : Virus influenza bertipe A subtipe H5 dan H7, termasuk juga kedalam virus ss-RNA yang tergolong vamily Orthimyxoviridae yang memiliki ukuran diameter 80-120 dan panjang 200 mm.

Gejala : Pada bagian jengger, pial, kelopak mata, telapak kaki dan perut yang tidak ditumbuhi bulu dan terlihat membiru keunguan. Adanya pendarahan pada kaki. Keluarnya cairan dan hidung dan mata. Muka dan kepala membengkak. Diare. Batuk. Bersin. Ngorok. Nafsu makan turun. Produksi telur turun. Kerabang telur lembek. Ada gangguan syaraf. Tortikolis. Lumpuh. Gemetar.

Pengobatan : sayangnya belum ditemukan untuk penyakit satu ini, tapi untuk menanggulanginya kamu bisa membuat kondisi badan dan nafsu makannya membaik dengan cara memberikannya vitamin dan mineral secara rutin. Tambahkan pemanas pada kandang untuk mencegah penyakit sekunder yang datang.

Informasi detail mengenai flu burung bisa kamu cari tahu di www.merckvetmanual.com.

Infectious Bursal Disease (Gumoro)

Penyakit ini menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh pada ayam. Virus ini menyebar melalui kontak langsung, air minum, pakan, peralatan dan udara. Meskipun penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian, virus ini akan hidup pada tubuh ayam hingga 3 bulan. Akan tetapi, karena rusaknya sistem imun yang akan bedampak pada munculnya berbagai infeksi yang berkemungkinan berakhir dengan kematian.

Penyebab : Virus dari gebus Avibirnavirus. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung, air minum, paka, peralatan dan udara yang telah terkontaminasi oleh virus.Gejala : Nafsu makan berkurang, lesu dan mengantuk, bulu kusam, gemetar, diare berlendir, tidak seimbang dan terjadi iritasi pada dubur ayam karena seringkali dipatuki.

Pencegahan : Melakukan vaksinasi rutin menggunakan gumboro vaccin nobilis, delvax gumbor, bursavac dll.

Pengobatan : belum ada obat yang efektif untuk penyakit gumoro.

Jenis Penyakit Bakteri pada Ayam

Coryza (snot)

Coryza, Snot pada ayam, Jenis penyakit ayam

www,kebumenhow,com

Sebab : Bakteri Hemophilus gallinarum. Berbentuk batang pleomorfik yang tidak bergerak, bersifat gram negatif. Merupakan penyakit yang bisa menular ke unggas lainnya.

Gejala : Dari hidung keluar eksudat yang mulanya berwarna jernih dan encer tetapi kian lama berubah menjadi kuing kental dan bernanah dengan bau yang khas, terdapat kerak eksudat berwarna kuning pada hidung, sinus inftraorbital bengkak sangat besar, unilateral ataupun birateral.

Pencegahan : dengan melaksanakan sanitasi dan manajemen pada kawasan perternakan dengan baik.

Pengobatan : Di sarankan menggunakan obat sulfadimethoxine karena merupakan obat yang aman digunakan. Pengubatan pada flok dengan silfonamide atau antibiotik diperbolehkan. Selain yang sebelumnya disebutkan juga boleh dipakai atau dengan obat lain seperti sulfamethazine, sulfaquinoxaline. Tetapi kembali ke pada saran saya diawal yang direkomdasikan.

Chronic Respiratory Disease (sinusitis)

Chronic Respiratory Disease pada ayam, sinusitis pada ayam, jenis penyakit ayam

apc-health.vn

Sebab : Bakteri Mycoplasma galisepticum dari famili Mycoplasmataceae dan ordo Mycoplasmatales, ukuran bakteri ini sekitar 0,25-0,5 mikron yang berbentuk pleomorfik, kokoid dan tidak mempunyai dinding sel sejati. CRD Termasuk kedalam penyakit yang menular melalui kontak langsung, air minum, pakan, manusia dan telur tetas yang terinfeksi.

Gejala : Pada masa tunas antara hari 4-21, CRD biasanya menyerang seluruh kelompok dengan derajat keparahan yang berbeda melalui penularan, disaat ini biasanya akan mengetahui bahwa ayam berpenyakit. Tanpa komplikasi kelompok ayam yang terserang, susah sekali untuk mengindikasi tentang ayam yang berpenyakit ini dikarenakan gejalanya tidak jelas.

Pencegahan : Menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik dan benar.

Pengobatan : Menggunakan obat tylosin, spiramycin, oxytetracyclin, streptomycin, linkomisin dan beberapa golongan obat kuinolon, contohnya : enroflokasin dan norflosasin. Atau caranya dengan memberikan baytrit 10% proral, mycomas, tetracolin secara oral atau dengan bacytracun yang sudah dilarutkan pada air minum.

Kolera

Kolera, jenis penyakit bakteri pada ayam

iphk.fkh.ipb.ac.id

Merupakan penyakit yang menyerang unggas peliharaan maupun unggas liar dengan cara ditularkan kepada sesama unggas. Penyakit kolera juga merupakan salah satu penyakit unggas yang berbahaya dikarekanakan memiliki  angka morbiditas dan mortalitas tinggi. Penyakit ini sudah tersebar luas sampai ke seluruh dunia dan di Indonesia sendiri penyakit ini diperkirakan sudah lama ada, namun pada tahun 1972 bakteri penyebab penyakit ini bisa diisolasi oleh Sri Poernomo.

Sebab : Bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Penyakit ini menular pada sesama unggas di dekatnya.

Gejala : Pada fase permulaan wabah ini akan terjadi kematian pada unggas dengan jumlah yang tinggi. Sementara bentuk akutnya ditandai dengan konjungtivis dan keluarnya kotoran dari mata. Daerah facial, balung dan pial membesar, serta terdapat gangguan penapasan. Fesesnya berubah encer hijau kekuningan. Lumpuh akibat perdangan sendi tarsus.

Pencegahan : Dengan melakukan vaksinasi, sanitasi peternakan dan jika ada hewan sakit segeralah pisahkan dan obati.

Pengobatan : menggunakan antimikroba, yaitu : Sulfaquinoxalin 0,05% Sulfametasin dan sodium sulfametasin 0,5 – 1% streptomycin 150g, terramisin.

Jenis Penyakit Mikal pada Ayam

Aspergillosis

aspergillosis, penyakit jamur pada ayam

naturalchickenkeeping.blogspot.com

TIdak hanya menyerang pada unggas terutama menyerang alat pernapasannya, selain menyerang unggas ternyata penyakit ini juga bisa berjangkit pada manusia dan hewan.

Sebab : jamur atau cendawan dari genus Aspergillus, namun yang paling patogen adalah Aspergillus fumigatus, aspergillus flavus dan aspergillus niger.

Gejala : dalam keadaan akutnya, hewan tidak mau makan, kelihatan mengantuk, kadang membuka mulut karena sulitnya bernafas bahkan dapat menangalami kejang. Jika jamur ini menginfeksi otak, maka akan menimbulkan gejala seperti kelumpuhan, gangguan seputar syaraf. Adapun mata yang telah terinfeksi memiliki ciri ciri tertutupnya mata oleh cairan kental berwarna kuning dan tumbuh ayam lambat. Umumnya infeksi mata hanya menyerang salah satu.

Pencegahan : Belum ada vaksin untuk menangkal penyakit ini. Untuk penanggulangannya, jika hewan yang sudah terjangkit penyakit ini segera pisahkan dan diisolasi. Menjaga kebersihan pakan ternak, jangan sampai terkontaminasi oleh cendawan.

Pengobatan : Belum ada obat yang efektif dan ekonomis untuk penyakit ini pada unggas.

Candidiasis

Penyakit ini telah dikenal dan dipelajar sejak abad ke-18 yang mana penyakit satu ini menjadi penyakit yang sukar untuk dideteksi. Pasalnya jamur candida yang telah menjangkiti tubuh dapat hidup sebagai saprobe tanpa menyebabkan kelainan pada berbagai permukaan tubuh hewan maupun manusia.

Sebab : Jamur Candida. Spesies yang sering menimbulkan penyakit adalah Candida albicans.Penyakit ini muncul terutama karena kurang bagusnya penjagaan atas kebersihan.

Gejala : gejala pada penyakit ini tidak terlalu terlihat, diantaranya adalah pertumbuhan ayam lambat, bulu berdiri, atau diare.

Pencegahan : Dengan meningkatkan standar sanitasi, menghidari pemberian obat, antibiotik, coccidiostat serta hindari pemberian stimulan pertumbuhan yang berlebihan, apalagi yang dapat mempengaruhi flora normal pada pencernaan.

Pengobatan : Dapat diobati menggunakan cooper sulfat dan air minum dengan takaran 1 : 2000.

Ringworm

ringworm. penyakit jamur pada ayam

www.poultrydvm.com

Merupakan penyakit yang menular yang menyebabkan kelainan pada permukaan kulit oleh cendawan.

Sebab : Cendawan dari genus Trichophyton dan Microsporum dari kelompok Dermatophyta. Ringworm termasuk kedalam penyakit yang menular.

Gejala : Adanya bercak kecil berwarna putih kotor di jengger yang dapat meluas jiak tidak dibiarkan ke bagian terutama pada bagian yang tidak berbulu. Kemudian pada bagian yang terluar dari bercak tersebut akan tertutup oleh lapisan cendawan yang bentuknya seperti kerak berbutir.

Pencegahan : Dengan menjaga kebersihan kulit dan kesehatan tubuh ayam.

Pengobatan : pada jenis ringworm tertentu dapat sembuh dengan sendirinya. Terdapat 2 cara untuk mengobati penyakit ringworm ini, yaitu dengan cara mengoleskan atau pengobatan lewat mulut. Pilihlah obat yang mengandung lemak, jodium sulfa atau asam salisafat.

Jenis penyakit Parasit pada Ayam

Ascariasis

cacing ascaridia gali, penyebab ascariasis pada ayam, penyakit parasit pada ayam

cacing ascaridia gali – en.wikipedia.org

Penyakit Ascariasis seringkali menyerang ternak (ayam pedaging dan ayam petelur), sedangkan pada ayam buras kemungkinan penularannya lebih besar dikarenakan sisitem pemeliharaannya yang bebas berkeliaran.

Sebab : Cacing Ascaridia galli, Ascarida lineata, Ascaridia perspicillum. Cacing ini terdapat pada usus dan duodenum di tubuh ayam.

Pencegahan : Dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik dan benar.

Pengobatan : Umumnya dilakukan pemberian suatu anthelmentik, tepatnya piperazine. Pengobatan ini terbukti efektif. Cara pemberiannya pun bisa dicapurkan dengan makanan atau minuman.

Coccidiosis

coccidiosis, jenis penyakit ayam, coccidiosis pada ayam

feses yang terindikasi coccidiosis – kienyeji.org

Sebab : genus Emeria pada kelompok protozoa. Parasit ini menyerang dengan menginfeksi/ menginang pada pencernaan ayam. Adanya parasit in pada sistem pencernaan ayam akan berakibat pertumbuhan unggas yang tidak optimal dikarenakan terbaginya nutrisi makanan yang didapatkan, lain kondisi pada saat kronis, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada unggas.

Gejala : Anoreksia, depresi, bulu berdiri, kepucatan pada jengger dan pial, kurus dan kematian.

Pencegahan : menerapkan tindakan biosecurity dan pemberian vaksin secara teratur.

Pengobatan : memberikan obat yang bersifat coccidiostat atau coccidiocidal. Walaupun tidak menyingkirkan parasit secara menyeluruh, tapi sebagian besar dari jumlah parasit ini bisa dilenyapkan.

Gurem

gurem, penyakit pada ayam gurem, penyakit parasit pada ayam

hewanis.com

Merupakan penyakit yang menghisap darah inangnya. Penyakit ini paling dihindari oleh ternak ayam petelur karena dapat mempengaruhi produksi telur yang menurun, bahkan jika tidak diberi penanganan akan berhenti bertelur.

Sebab : Gurem / Ornithinyssus bursa termasuk dalam sub ordo Mesostigmata, sub kelas Ascari dan kelas Arachnida. Hama yang sangat kecil dan sulit dimusnahkan ini menghisap darah dan hidup bergerombol, Gurem akan keluar pada malam hari. 1 Gurem betina dapat menghisap darah ayam sebanyak 0,077 mg atau setara dengan 1,8 kali berat tubuhnya sendiri.

Gejala : Ayam kurang tidur, gelisah , lesu, stres, kurang darah dan terganggung saat mengeram yang kaab berdampak pada sedikitnya jumlah telur yang menetas. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan produksi telur, bahkan bisa berhenti bertelur sama sekali.

Pencegahan : Dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik dan menjaga kebersihan lingkungan kandang.

Pengobatan : Memandikannya dengan campuran air sabun dan belerang.

Pada masalah penyakit diatas, sebagian besar pencegahan menyarankan kita untuk memilki dan menerapakan manajemen yang baik, terutama dalam masalah kebersihan. Tempat yang kotor merupakan asal mula wabah penyakit yang tidak diinginkan.

Buatlah jadwal rutin pembersihan lingkungan kandang ayam, seminimalnya adalah 1 tahun sekali. Bukan hanya bagi ayam saja, tapi juga kepada para pemeliharanya. Karena ada sebagian penyakit yang dapat menular pada manusia.

Sekian tentang penyakit ayam. Semoga dapat menambah luas wawasan kamu dan bisa segera menerapkan ilmu yang sudah didapatkan.

Kenali juga jenis ayam apa yang kamu miliki di pada artikel jenis ayam.

Terimakasih telah memabaca.

Sampai jumpa lagi.

Leave a Reply