51+ Taman Nasional Indonesia dari Sumatera hingga Papua

Taman Nasional Indonesia – Negara Indonesia memilki hutan yang luas dan rimbun, Menjadikannya sebagai tempat tinggal berbagai keaneka ragaman hayati terbanyak ke-3 setelah Brazil dan Zaire.

Bayangkan saja, jumlah spesies tumbuhan di Indonesia yang telah tercatat mencapai 8 ribu spesies. Sedangkan untuk spesies hewan yang tercatat jumlahnya adalah 2.215 spesies dengan kuadran 1.159 burung, 515 mamalia, 60 reptil, dan 121 kupu-kupu.

Spesies hewan dan tumbuhan yang dimiliki Indonesia wajib kita jaga. Salah satu solusinya dengan menetapkan taman hutan nasional sebagai tempat lindung para flora dan fauna tersebut.

Indonesia memiliki 53 taman nasional yang 6 diantaranya adalah situs warisan dunia dan 9 taman bagian dari jaringan cagar biosfer dunia, kemudan 5 taman merupakan lahan basah yang secara internasional di lindungi konvensi ramsar, 9 taman diantaranya daerahnya sebagian besar adalah perairan.

Pada tahun 1980, Indonesia baru mendirikan 5 taman nasional pertama saja. Taman nasional  ini terus meningkat hingga menjadi 41 taman sampai tahun 2003. Kemudian pada tahun 2004 dilakukan ekspansi besar besaran yang membuahkan hasil penetapan 9 taman nasional Indonesia baru, sehingga jumlah bertambah menjadi 50 taman.

Berikut adalah list taman nasional Indonesia.

Bali dan Nusa Tenggara

Bali Barat

Taman nasional bali barat terletak di Buteleng, Bali. Luas dari taman nasional ini adalah sekitar 190 km persegi yang dimana 158 km nya adalah daratan dan sisanya merupakan lautan.

Ada beberapa habitat yang terdapat di taman nasional ini, diantaranya adalah hutan savana, hutan bakau, pegunungan, dan pulau-pulau karang.

Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional Bali Barat. Beberapa hewan terkenal seperti banteng, rusa, lutung, kalong, jalak bali, dan hewan lainnya.

Gunung Rinjani

Taman nasional Gunung Rinjani memeiliki luas 40.000hA sesuai dengan keputusan menteri kehutanan No.280/Kpts-II/1997, meskipun begitu, luas sebenarnya taman nasional rinjani adalah 41,000 hA.

Taman nasional Gunung Rinjani terletak di kepulauan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Taman nasional ini merupakan salah satu dari sekian taman nasional yang ekosistemnya bertipe hutan hujan, pegunungan, dan savana.

Taman nasional ini mempunyai mitos yang cukup terkenal. Yaitu tentang mitos dewi Anjani yang konon adalah keturunan langsung Raja Selapang dari pernikahan sang raja dengan makhluk halus yang tinggal di daerah itu ketika dia meminta hujan dikarenakan kekeringan panjang yang melanda di kerajaan Selapang kala itu.

Dari mitos itulah ritual mulang pekelem yang meminta hujan kepada dewi anjani dilaksanakan oleh masyarakat suku sasak dan hindu dharma jadi landasan keyakinan mereka.

Gunung Tambora

GunungTambora baru saja diresmikan tahun 2015 lalu bertepatan dengan peringatan 200 tahun letusan besar gunung Tambora pada 11 april 1815 sebagai taman nasional indonesia. Taman nasional ini terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kelimutu

Taman nasional kamlimutu memiliki daya tarik yang mendunia, yaitu danau tiga warna. Taman nasional ini terleteak di Flores.

Di tempat ini terdapat hutan kecil seluar 4,5 hA yang terdapat banyak keanekaragaman flora di Flores. Terdapat 78 jenis pohon dan beberapa koleksi flora endemik Kelimitu, contohnya Uta Onga, Turuwara, dan Argoni.

Tanaman endemik flores yaitu Argoni yang berbunga putih kecil yang kemudian akan berubah menghitam ketika telah matang, diyakini bunga argoni oleh masyarakat setempat adalah makanan para dewa.

Komodo

Pasti kamu tentunya tahu dengan taman nasional Indonesia yang satu ini. Taman nasional komodo masuk sebagai 7 tempat keajaiban dunia dan menjadi situs warisan dunia yang telah di sahkan oleh UNESCO.

Taman nasional ini berpadukan spesies hewan dari benua Asia dan Australia. Tercatat ada 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia yang di dalamnya terdapat komodo.

Di taman nasional komodo juga terdapat sekitar 253 spesies terumbu karang yang di gunakan sebagian ikan yang yang terdapat di pulau komodo berjumlah 1000 spesies ikan.

Baca juga artikel tentang hewan langka di Indonesia

Laiwangi Wanggameti

Taman Nasional Indonesia yang  terletak di pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara TImur, Indonesia. Taman Nasional Wanggameti seperti perpaduan antar tipe hutan di Pulau Sumba, termasuk “hutan elfin’ yang jarang adanya dan memeliki keanekagaman jenis yang bernilai cukup tinggi terutama jenis yang terdapat pada ketinggian 800 meter dari permukaan laut.

Taman nasional Lailawangi Wanggameti tercatat memiliki 43 jenis kupu-kupu dengan 3 diantaranya adalah jenis endemik asli kepulauan Nusa Tenggara, yaitu kupu-kupu halipron.

Manupeu Tanah Daru

Taman nasional Manupeu Tanah Daru bertetangga dengan Taman nasional Lailawangi Wanggameti, Letaknya sama di kepulauan Sumba. Taman nasional ini memilki wilayah seluas 879,8 Km2 yang sebagian besar wilayahnya merupakan perwakilan hutan musim semi-peluruh dataran rendah yang tersisa setelah Taman Nasional Lailawangi Wanggameti,

Taman nasional ini menyimpan 128 jenis tumbuhan, 87 jenis burung, 57 jenis kupu kupu.

Beberapa hewan endemik diantaranya adalah 7 jenis burung dan 7 jenis kupu asli dari pulau Sumba.

Jawa

Alas Purwo

Taman nasional yang terletak di kecamatan Tegaldimo, Kecamatan Purwoharijo, Kabutpaten Banyuwangi, Jawa timur, Indonesia. Taman nasional ini memiliki wilayah seluas 43.420 hA yang tediri dari beberapa zonasi, antara lain adalah :

  • Zona Inti, Seluas 17.200 hA
  • Zona RImba, Seluas 24.767 hA
  • Zona Penyangga 1.203 hA
  • Zona Pemanfaatan 250 hA

Taman nasional Alas purwo merupakan hutan bertipe hutan yang berada di daratan rendah. Hutan bambu mendominasi hutan di taman nasional ini dengan mencakup sekitar 40% luas hutan.

Taman nasional Alas Purwo memiliki 584 jenis tumbuhan, 31 jenis mamalia, 236 burung, dan 20 jenis reptil. Dalam kelompok mamalia terdapat macan tutul dan kera abu-abu yang terkenal.

selain luas daerah dan keaneka ragaman makhluk hidup di dalamnnya, taman nasional Alas Purwo memilki mitos atau cerita mistis yang melekat. Taman nasional Alas Purwo terkenal menjadi tempat terangker di pulau Jawa.

Baluran

Taman nasional baluran teletak di Jawa Timur, Indonesia. Taman nasional ini tersusun dari tipe vegetasi saban, hutan mangrove, hutam musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, adapun hutan yang hijau sepanjang tahun.

Dari semua tipe vegetasi yang disebut, vegetasi tipe sabana mendonisi sekitar 40% dari total luas lahan taman nasional ini.

Total luas lahan taman nasional ini telah tercatat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan VI/1997 tanggal 23 Mei 1997, yaitu seluas 25.000 hA.

Kemudian luas lahan ini dibagi lagi (zonasi) berdasarkan Surat Keputusan Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang tediri dari :

  • Zona Inti (12.000 ha)
  • zona rimba (5.537 ha yang tediri dari perairan seluas 1.063 ha dan daratan seluas 4.574 ha)
  • Zona pemanfaatan intensif (800 ha)
  • zona pemanfaatan khusus (5.780 ha)
  • zona rehabilitasi (783 ha)

Taman Nasional Baluran mempunyai sejarah yang cukup menarik, di sebelum tahun 1928, seorang pemburu berkebangsaan belanda bernama AH. Loedeboer telah menaruh perhatian dan meyakini bahwa daerah baluran memeiliki nilai penting untuk perlindahan satwa, khususnya satwa jenis mamalia besar.

Bromo Tengger Semeru

Taman nasional Bromo Tengger Semeru ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1982 dengan luas wilayah yang melingkupi 4 kabupaten di Jawa Timur, yaitu adalah Kabupaten Pasuruan, Malang, Lumajang dan Probolinggo.

Luas dari taman nasional Indonesia satu ini yaitu sekitar 50.275,3 ha dengan perkiraan bentangan dari barat ke timur sekitar 20-30 Km dan dari utara ke selatan jaraknya sekitar 40 Km. Pada taman nasional ini terdapat kaldera atau kawah gunung berapi, rupa dari kaldera ini bak lautan pasir yang luasnya mencapai 6290 ha.

Berikut adalah beberapa data informasi ringkas tentang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru :

  • Temperatur udara : 3° – 20° C.
  • Rata rata curah hujan : 6.600mm/ tahun.
  • Ketinggian Tempat : 730 – 3.676 mdpl (meter diatas permukaan laut)
  • Letak geografis : 7°51′ – 8°11′ LS, 112°47′ – 113°10′ BT

Daya tarik utama dari taman nasional ini adalah Gunung Bromo yang sudah banyak menarik para wisatawan nasional maupun internasional. Selain itu banyak sekali daya tarik lainnya yang bisa jadikan salah satu pertimbangan untuk berkunjung ke taman nasional Bromo Tengger Semeru ini.

Masuk kedalam taman nasional Bromo Tengger Semeru kamu akan mendapati berbagai jenis pohon besar yang usianya sudah melebihi ratusan tahun seperti cemara gunung, jamuju, edelweis dan aneka anggrek dan rumput langka yang terdapat di taman nasional ini.

Banyaknya aneka ragam tumbuhan tersebut dikarenakan tipe ekosistem taman nasional tersebut bertipe sub-montana, montana, dan sub alphin.

Beralih pada satwa yang hidup di tempat ini, antara lain terdapat luwak, rusa, kera ekor panjang, kijang, ayam hutan merah, macan tutul, ajag, dan berbagai jenis burung yang bagus.

Gunung Ciremai

Taman nasional Gunung Ciremai yang memiliki luas ±15.500 ha ini terletak pada sekitar 50km di sebelah selatan Kota Cirebon di Jawa Barat. Taman nasional Gunung Ciremai ini melingkupi Kabupaten Kuningan seluas 8.931,27 ha dan Kabupaten Majalengka seluas 6.927,9 ha di daerah selatan Cirebon.

taman nasional gunung ciremai ini merupkan sebuah kawasan konservasi yang bertujuan untuk melindungi kekayaan hayati dan lingkungan yang terdapat di wilayah Gunung Ciremai.

Penununjukan wilayah sekitar Gunung Ciremai sebagai taman nasional tertera dalam SK Menhut RI No.424/Menhut-II/2004 pada tanggal 19 Oktober 2004, mulanya wilayah sekitar sana merupakan kawasan hutan lindung yang berubah setelah penunjukan dari mentri kehutanan menjadi kawasan taman nasional.

Berikut adalah informasi singkat mengenai taman nasional Gunung Ciremai :

  • Terdapat 3 zona vegetasi : tropik, pegunungan (montana), sub alpin
  • Letak geografis : 108°21’35”-108°28’00” BT dan 6°50’25”-6°50’26” LS
  • Fauna :  Celepuk Jawa, walik kepala ungu, macan tutul, surili, kukang jawa, dll.
  • Flora : Jenitri, pandan gunung, bingbin, mara, kareumbi

Ada salah satu keistimewaan dari taman nasional ini, yaitu tempat ini merupakan daerah penting bagi burung, sekaligus daerah burung endemik, yang beberapa jenis diantaranya berstatus rentan seperti celepuk jawa dan ciung mungkal jawa.

Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang memiliki luas daerah sekitar 24.270,80 ha di Jawa Barat merupakan salah satu taman nasional indonesia tertua yang telah ditetapkan sejak tahun 1980.

Taman nasional ini mencakup 2 pucak gunung, yaitu puncak gunung Gede dan Pangrango beserat tutupan hutan pegungungan disekelilingnya.

Tahukah kamu bahwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini merupakan salah satu tempat favorit dan tertua bagi berbagai penelitian tentang alam di Indonesia. Penelitian demi penelitian telah dilakukan di taman nasional tersebut, antara lainnya meneliti tentang botani, hayati, topografi, dan ilmu lainnya.

Berikut adalah informasi singkat mengenai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango :

  • Ruang Lingkup : Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi.
  • Iklim : Musim kemarau (Juni-Oktober) dan musim penghujan (November-April)
  • Rata=rata curah hujan : 4.000 mm/ tahun.
  • Rata-rata suhu : 23°C
  • Kekayaan Flora : 870 spesies tumbuhan (150 paku-pakuan, 200 anggrek, 68 tumbuhan pegunungan langka, dll)
    Contoh : Edelweis Jawa.
  • Kekayaan Fauna : 350 jenis hewan (100 mamalia & 250 Burung)
    Contoh : Lutung bundeng, macan tutul, celepuk raja.

Gunung Halimun-Salak

Daerah Gunung halimun jawa dan gunung salak telah ditetapkan menjadi salah satu taman nasional indonesia sejak tahun 1992. Taman nasional ini terletak di Bogor, Jawa Barat.

Taman Nasional Gunung Halimun-salak ini memiliki luas lahan sekitar 113.357 ha melingkupi dan juga melindungi hutan hujan dan dataran rendah yang terdapat di kawasan tersebut.

Pada taman nasional ini terdapat 3 golongan zona tutupan hutan, yaitu :

  1. Zona perbukitan (Colline) hutan dataran rendah. pada ketinggian 900-1.150 m dpl.
  2. Zona hutan pegunungan bawah (submontane forest), pada 1.050-1.400 m dpl
  3. Zona hutan pegunungan atas (montane forest), diatas ketinggian 1.500 m dpl.

Banyak sekali varietas flora dan fauna yang terdapat pada Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, tercatat dari kelompok fauna ada 27 spesies burung endemik pulau jawa yang terdapat di kawasan ini.

Beberapa contoh varietas fauna yang hidup di taman nasional ini adalah ajag, elang jawa, owa jawa, macan tutul jawa, dll.

Selain itu, terdapat pula varietas flora yang tidak kalah banyaknya, catatan sementara merekap ada 500 tumbuhan yang tergolong ke dalam 266 genera dan 93 suku yang hidup di dalam wilayah konservasi ini.

Selain berfungsi sebagai taman lindung, Taman Nasional Halimun-Salak juga merupakan daerah tangkapan air bagi kabupaten yang berada di sekitarnya.

Gunung Merapi

Gunung Merbabu

Karimunjawa

Kepulauan Seribu

Meru Betiri

Ujung Kulon

Kalimantan

Betung Kerihun

Bukut baka dan Bukit Raya

Danau Sentarum

Gunung Palung

Kayan Mentarang

Kutai

Sebangau

Tanjung Puting

Maluku dan Papua

Aketajawe-Lolobata

Lorentz

Manusela

Teluk Cendrawasih

Wasur

Sulawesi

Bogana Nani Wartabone

Bunaken

Kepulauan Togean

Rawa Aopa Watumohai

Taka Bone Rate

Wakatobi

Gandang Dewata

Sumatera

Batang Gadis

Berbak

Bukit Duabelas

Bukit Tiga Puluh

Gunung Leuser

Kerinci Seblat

Sembilang

Siberut

Tesso Nilo

Way Kambas

Zamrud

Demikian list taman nasional di Indonesia. Mari kita jaga dan lestarikan apa yang telah menjadi suatu kebanggaan dan keunikan dari kekayaan fauna dan flora Indonesia.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah luas wawasan kamu tentang taman nasional di indonesia.

Terimakasih telah membaca.

Sampai jumpa lagi.

*Artikel akan dilengkapkan dengan segera mungkin. Terimakasih telah bersabar.

Leave a Reply